Future

Motivasi Belajar Untuk Siswa SMA

Motivasi Belajar Untuk Siswa SMA

Motivasi didefinisikan sebagai suasana internal yang membangkitkan, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku. Motivasi merupakan permintaan yang terkandung terhadap seseorang yang merangsangnya untuk melaksanakan tindakan-tindakan atau suatu hal yang jadi basic atau alasan seseorang berperilaku. – Motivasi Belajar

Menurut Mc. Donald, motivasi adalah pergantian energi di dalam diri seseorang yang ditandai dengan timbulnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap terdapatnya tujuan. Pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald ini mengandung tiga elemen/ ciri pokok di dalam motivasi itu memulai terjadinya pergantian energy, ditandai dengan terdapatnya feeling dan dirangsang dikarenakan terdapatnya tujuan. – Motivasi Belajar

Motivasi belajar merupakan energi penggerak psikis dari di dalam diri seseorang untuk dapat melaksanakan kegiatan studi dan menambah ketrampilan, pengalaman. Motivasi mendorong dan mengarah minat studi untuk tercapai suatu tujuan. Peserta didik bersungguh – sungguh studi dikarenakan termotivasi melacak prestasi, mendapat kedudukan di dalam jabatan, jadi politikus, dan memecahkan masalah. Dalam kegiatan studi motivasi terlalu diperlukan, dikarenakan seseorang yang tidak mempunyai motivasi di dalam belajar, tidak dapat mungkin melakukanaktivitas belajar. Motivasi tumbuh didorong oleh keperluan ( need ) seseorang.

Menurut Anita woolfolk, motivasi terbagi atas dua yaitu:
a. Motivasi Intrinsik
Kecenderungan alamiah untuk melacak dan menaklukkan tantangan dikala kami mengejar kepentingan teristimewa dan menerapkan kemampuan (Deci & Ryan, 1985; Reeve, 1996). Bila kami termotivasi secara intrinsic, kami tidak butuh insentif atau hukuman, dikarenakan kegiatan itu sendiri rewarding.

b. Motivasi Ekstrinsik
Melakukan suatu kegiatan dikarenakan maksud tertentu; untuk mendapatkan nilai, hindari hukuman, sebabkan guru senang, atau alasan lain yang hanya sedikit sekali hubunganya tugas itu sendiri. Kita tidak terlalu tertarik dengan kegiatanya dikarenakan kegiatan itu sendiri; kami hanya pikirkan dengan apa yang dapat kami dapatkan.

motivasi belajar

2. Fungsi Motivasi Dalam Pembelajaran
Motivasi punya dua fungsi, yaitu pertama mengarahkan atau directional function, dan kedua mengaktifkan dan menambah kegiatan atau activating plus energizing function. Dalam mengarahkan kegiatan, motivasi berperan mendekatkan atau hindari individu dari sasaran yang dapat dicapai.
Motivasi terhitung dapat bermanfaat mengaktifkan atau menambah kegiatan. Suatu perbuatan atau kegiatan yang tidak bermotif atau motifnya terlalu lemah,akan dilaksanakan dengan tidak sungguh-sungguh, tidak terarah dan mungkin besar tidak dapat mempunyai hasil. Sebaliknya jika motivasinya besar atau kuat, maka dapat dilaksanakan dengan sungguh-sungguh,terarah, dan penuh motivasi, sehingga mungkin dapat berhasil lebih besar.

3. Teori Motivasi dan Penerapannya Dalam Pembelajaran
Teori mengenai motivasi belajar, antara lain :
a. Teori Kebutuhan
Abraham H. Moslow mengembangkan ide ini lebih lanjut dan dikenal dengan sebutan hierarki kebutuhan. Kebutuhan dapat udara, air, makanan dan seks, dia menepatkan lima lapisan keperluan yang lebih lugas: keperluan fisiologi, keperluan rasa aman, keperluan cinta dan rindu, keperluan harga diri dan keperluan untuk aktualisasi diri.

b. Teori Berprestasi
McClelland memberikan teori motivasi yang terkait erat dengan rancangan belajar. Ia berpendapat banyak keperluan yang diperoleh dari kebudayaan yaitu: Kebutuhan prestasi (need for achievement), keperluan dapat afiliasi (need for affiliation), dan keperluan dapat kekuasaan (need for fower).

c. Teori Alderfer (ERG)
Teori Alderfer dikenal dengan akronim “ERG”. Akronim “ERG” di dalam teori Alderfer merupakan huruf-huruf pertama dari tiga makna yaitu: E = Existence (kebutuhan dapat eksistensi), R = Relatedness (kebutuhan untuk terkait dengan pihak lain, dan G = Growth (kebutuhan dapat pertumbuhan). Apabila teori Alderfer disimak lebih lanjut dapat nampak bahwa:
1) Makin tidak terpenuhinya suatu keperluan tertentu, semakin besar pula permintaan untuk memuaskanya;
2) Kuatnya permintaan memuaskan keperluan yang “lebih tinggi” semakin besar jika keperluan yang lebih rendah sudah dipuaskan;
3) Sebaliknya, semakin susah memuaskan keperluan yang tingkatnya lebih tinggi, semakin besar permintaan untuk memuaskan keperluan yang lebih dasar.

d. Teori Dua Faktor
Ilmuan ketiga yang diakui sudah mengimbuhkan kontribusi penting di dalam pemahaman motivasi Herzberg. Teori yang dikembangkanya dikenal dengan “model dua factor” dari motivasi yaitu factor motivasional dan factor hygiene atau “pemeliharaan”.

e. Teori Penerapan Tujuan (goal setting theory)
Edwin locke memberikan bahwa di dalam penetapan target punya empat macam mekanisme motivasional yakni: (a ) tujuan-tujuan mengarahkan perhatian; (b) tujuan-tujuan menyesuaikan upaya; (c) tujuan-tujuan menambah persistensi; dan (d) tujuan-tujuan menopang strategi-strategi dan rencana-rencana kegiatan.

f. Teori Keadilan
Teori ini terletak di dalam pandangan bahwa manusia terdorong untuk menyingkirkan kesenjangan pada usaha yang dibikin bagi kepentingan organisasi dengan imbalan yang diterima. Artinya, jika seorang pegawai mempunyai persepsi bahwa imbalan yang diterimanya tidak memadai, dua mungkin dapat terjadi, yaitu:
· Seorang berupaya mendapatkan imbalan yang lebih besar, atau
· Mengurangi intensitas usaha yang dibikin di dalam melaksanakan tugas yang jadi tanggung jawabnya.

g. Teori Harapan (Teori Victor H. Vroom)
Teori harapan (expectancy) punya tiga anggapan pokok:
1. Setiap orang yakin bahwa ia berperilaku dengan cara tertentu ia dapat mendapatkan hal tertentu. Ini disebut sebuah harapan hasil (out come expectancy).
2. Setiap hasil mempunyai nilai dan energi tarik, atau energi tarik bagi orang tertentu. Ini disebut dengan valiancy (valence)
3. Setiap hasil perihal dengan suatu persepsi mengenai sebagian susah raih hasil tersebut.

h. Teori Penguatan dan Modifikasi Perilaku
Berbagai teori atau style motivasi yang sudah dibahas dimuka dapat digolongkan sebagai style kognitif motivasi dikarenakan didasarkan terhadap keperluan seseorang bardasarkan persepsi orang yang berkaitan berarti sifatnya terlalu subyektif. Perilakunya pun ditentukan oleh persepsi tersebut.

i. Teori Kaitan Imbalan dengan Prestasi
Bertitik tolak dari pandangan bahwa tidak ada satu style motivasi yang sempurna, di dalam makna masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, para ilmuwan konsisten menerus berupaya melacak dan mendapatkan system motivasi yang terbaik, di dalam makna menggabung beragam kelebihan model-model berikut jadi satu model. Tampaknya terkandung kesepakan di kalangan para pakar bahwa style berikut ialah apa yang tercakup di dalam teori yang mengaitkan imbalan dengan prestasi seseorang individu.
Menurut style ini, motivasi seorang individu terlalu terpengaruh oleh beragam factor, baik yang berupa internal maupun eksternal. Termasuk terhadap factor internal adalah:
1) persepsi seseorang mengenai diri sendiri;
2) harga diri;
3) harapan pribadi;
4) kebutuhan;
5) keinginan;
6) kepuasan kerja;
7) prestasi kerja dihasilkan
Sedangkan factor eksternal mempengaruhi motivasi seseorang, pada lain ialah;
1) style dan pembawaan pekerjaan;
2) kelompok kerja di mana seseorang bergabung;
3) Organisasi tempat bekerja;

4) suasana lingkungan terhadap umunya;
5) Sistem imbalan yang berlaku dan cara penerapannya.

Motivasi Belajar

motivasi belajar

Penerapan Teori Motivasi belajar di dalam pembelajaran Model ARCS
Wena (2009) menjelaskan terhadap dasarnya trik pembelajaran diklasifikasikan ke di dalam tiga jenis, yaitu (1) trik pengorganisasian (organization strategy) (2) trik penyampaian (delivery strategy) (3) trik pengelolaan (management strategy).
Strategi pengorganisasian (organization strategy), perihal dengan kegiatan layaknya penentuan isi, penataan isi, dan sejenisnya; trik penyampaian (delivery strategy) perihal dengan cara penyampaian pembelajaran ada siswa; sedang trik pengelolaan dapat perihal dengan penataan hubungan pada siswa dan trik pengorganisasian dan juga trik penyampaian.

Dalam proses studi mengajar guru tidak hanya dituntut menguasai trik pengorganisasian mengisi atau penyampaian pembelajaran saja, tetapi guru perlu dapat menguasai dan menerapkan trik pengelolaan pembelajaran. Banyak trik pengelolaan motivasi yang dapat digunakan oleh guru, keliru satunya adalah trik pengelolaan motivasinal ARCS, yang punya empat komponen yaitu Attention (perhatian), Relevance(relevansi), Confidence(keyakinan diri siswa), Satisfaction(kepuasan siswa).

Strategi ARCS ini dikembangkan oleh Keller (1987) yang merupakan trik merancang pembelajaran mengenai cara menjaga, mengelola, menambah motivasi untuk mempengaruhi motivasi berprestasi dan peingkatan hasil belajar. Motivasi diakui sebagai suatu factor yang cukup penting yang mempengaruhi hasil belajar. Motivasi sebagai intensitas dan arah suatu prilaku dan juga perihal dengan pilihan yang dibikin seseorang untuk mengerjakan atau hindari suatu tugas dan juga menunjukkan tingkat usaha yang dilakukannya, maka secara operasional motivasi studi ditentukan oleh indicator-indikator sebagai berikut:
a. tingkat perhatian siswa
b. tingkat relevansi pembelajaran dengan keperluan siswa
c. tingkat kepercayaan siswa terhadap kemampuannya di dalam mengerjakan tugas-tugas pembelajaran, da
d. tingkat kepuasan siswa terhadap proses pembelajaran yang sudah dilaksanakan (Keller di dalam Wena,2009:33)

Strategi ARCS dikembangkan berdasarkan teori nilai harapan yang mengandung dua komponen yaitu nilai (value) dari target yang dapat dicapai dan harapan (expectancy) sehingga berhasil raih target itu (Hermana, 2009: 56)
Dari dua komponen itu oleh Keller dikembangkan jadi empat komponen yaitu perhatian (attention), relevansi (relevance), kepercayaan (confidence), dan kepuasan siswa (satisfaction) dengan akronim ARCS. Strategi ini adalah trik yang cukup menarik dikarenakan dikembangkan atas basic teori studi dan pengalaman nyata (Bohlin di dalam Hermana, 2010:56).

motivasi belajar

Dapat diartikan Strategi ARCS adalah suatu trik pembelajaran yang menitikberatkan terhadap pengelolaan dan peningkatan motivasi studi siswa lewat empat komponen yaitu Attention (perhatian), Relevance(relevansi), Confidence(keyakinan diri siswa), Satisfaction (kepuasan siswa) yang terhadap kelanjutannya mengarah terhadap peningkatan hasil studi siswa. Motivasi Belajar Untuk Siswa SMA

Please ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *