Nasional

Motivasi Pelajar Islam Masa Kini

Motivasi Belajar

Motivasi merupakan suatu hal yang sangat mutlak di dalam kehidupan manusia yang erat kaitannya dengan tabiat manusia, oleh sebab itu di dalam menjalankan aktivitas mesti disertai dengan motivasi. Motivasi Pelajar Islam

  1. Pengertian Motivasi Belajar

Kata motivasi berasal dari bhs Inggris “motivation” dan merupakan bentuk dari kata “motive” yang bermakna “alasan atau yang menggerakkan”.

Adapun secara terminologi,motivasi merupakan suatu tenaga, dorongan, alasan, hasrat dari di dalam yang mengakibatkan kita bertindak, di mana tindakan itu diarahkan kepada tujuan spesifik yang hendak dicapai. Motivasi Pelajar Islam

Clifford T. Morgan di dalam buku Introduction to Psychology dikatakan, “Motivation is a general term, it refers to states within the organism, to behavior and to the goals toward which behavior is directed”.[3] Motivasi adalah arti umum yang menyatakan terhadap suatu keadaan, di dalam suatu organisme untuk berbuat dan menuju suatu tujuan di mana suatu tingkah laku itu diarahkan. Motivasi Pelajar Islam

Menurut Mc. Donald sebagaimana dikutip oleh Wasty Soemanto, bahwa motivasi adalah suatu perubahan tenaga di dalam spesial seseorang yang ditandai oleh motivasi efisien dan reaksi di dalam usaha capai tujuan.[4]

Dari beberapa pendapat di atas, maka bisa dirumuskan bahwa motivasi adalah suatu hal energi yang jadi pendorong seseorang bertindak, di mana rumusan motivasi jadi sebuah kebutuhan nyata dan merupakan muara dari sebuah tindakan.[5]

Motivasi Pelajar Islam Sedangkan pengertian studi menurut para ahli, di antaranya adalah:

Oemar Hamalik mengartikan studi adalah suatu bentuk perkembangan atau perolehan di dalam diri seseorang yang dinyatakan di dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan.[6]

Arno F. Wittig di dalam buku Psychology of Learning dikatakan, “Learning can be defined as any relatively permanent change in a organism behavioral repertoire that occurs as a result of experience”.[7] Belajar menurut Arno bisa didefinisikan sebagai suatu perbuatan yang relatif permanen di dalam suatu tingkah laku manusia yang terlihat sebagai hasil pengalaman.

Menurut Shaleh Abdul Aziz dan Abdul Aziz Abdul Majid di dalam kitab at-Tarbiyah wa Thuruqut Tadris, mengartikan studi adalah:

اِنَّ التَّعَلَّمُ هُوَ تَغْيِيْرُ فِى ذِهْنِ الْمُتَعَلَّمِ يَطْرَأُ عَلَى خَيْرَةٍ سَابِقَةٍ فَيُحْدِثُ فِيْهَا تَغْيِيْرًا جَدِيْدًا. [8]

Belajar adalah perubahan tingkah laku terhadap hati (jiwa) si pelajar berdasarkan ilmu yang udah dimiliki menuju perubahan baru.

motivasi pelajar islam

Jadi, secara psikologis bahwa studi adalah suatu sistem perubahan tingkah laku seseorang sebagai hasil dari hubungan dengan lingkungannya di dalam mencukupi kebutuhan hidupnya.[9]

Dari beberapa definisi di atas maka bisa diartikan bahwa motivasi adalah keseluruhan energi penggerak di di dalam diri siswa yang bisa menyebabkan aktivitas belajar, yang menjamin kelangsungan aktivitas studi dan yang menyebabkan arah terhadap aktivitas belajar, supaya tujuan yang dikehendaki oleh siswa bisa tercapai.

  1. Aspek-aspek Motivasi

Menurut pendapat Clifford T. Morgan, yang dikutip oleh Wasty Soemanto, mengatakan motivasi berkaitan dengan tiga perihal yang sekaligus merupakan aspek-aspek dari motivasi. Ketiga perihal selanjutnya adalah:

1)     Keadaan yang mendorong tingkah laku (motivating states);

2)     Tingkah laku yang didorong oleh situasi selanjutnya (motivated behavior);

3)     Dan tujuan dari terhadap tingkah laku selanjutnya (goals or ends of such behavior).[10]

Menurut Mc. Donald sebagaimana dikutip oleh Akyas Azhari, merumuskan di dalam definisi Motivasi Pelajar Islam terdapat tiga unsur yang saling berkaitan, yaitu:

1)     Bahwa motivasi itu dimulai dengan suatu perubahan tenaga di dalam diri seseorang, situasi ini biasa disebut dengan kebutuhan. Kebutuhan yang merupakan unsur pertama dari motivasi, timbul dari di dalam diri siswa akibat merasakan ada kekurangan di dalam dirinya. Dengan kata lain, kekurangan biasanya timbul misalnya menjadi tersedia ketidakseimbangan pada apa yang dirasakan dengan apa yang dimiliki.

2)     Motivasi ditandai oleh motivasi afektif. Mula-mula merupakan ketegangan psikologis, lalu merupakan situasi emosi yang ditimbulkan ada ketidakseimbangan di dalam diri. Suasana emosi ini menyebabkan perbuatan yang berupa motif (dorongan), supaya usaha untuk mengatasi dan menyingkirkan ketidakseimbangan tersebut, atau timbul usaha untuk mencukupi kebutuhan. Dengan demikian, afeksi atau motivasi itu merupakan unsur ke-2 dari motivasi menunjuk terhadap tindakan/usaha secara terarah.

3)     Motivasi ditandai oleh reaksi-reaksi capai tujuan spesial yang termotivasi mengadakan respon-respon yang tertuju ke arah suatu tujuan. Tujuan adalah segala suatu hal yang menyingkirkan kebutuhan dan kurangi dorongan. Artinya tercapai tujuan bisa menyingkirkan ketidakseimbangan dan menghentikan atau kurangi tindakan yang ditunaikan gara-gara tercapainya tujuan, bermakna pula udah terpenuhinya kebutuhan.[11]

Dari ketiga unsur di atas, motivasi memiliki kandungan dua komponen, yakni komponen di dalam (inner component), dan komponen luar (outer component). Komponen di dalam ialah perubahan yang berlangsung di di dalam diri seseorang, berupa situasi tidak puas, atau ketegangan psikologis. Komponen luar ialah apa yang di inginkan seseorang, tujuan yang menginginkan dicapai oleh seseorang. Jadi, komponen di dalam ialah kebutuhan-kebutuhan yang menginginkan dipuaskan, sedangkan komponen luar ialah tujuan yang hendak dicapai untuk mencukupi kebutuhan tersebut. Motivasi Pelajar Islam

Dari penjelasan selanjutnya bisa dimengerti, bahwa motivasi seseorang (siswa) di dalam jalankan suatu hal (belajar) gara-gara ada tiga unsur, yakni kebutuhan, motivasi dan tujuan yang tentu tersedia di dalam motivasi siswa di dalam belajar.

  1. Macam-macam Motivasi Belajar

Berbicara persoalan macam-macam motivasi bisa dilihat dari bermacam sudut pandang. Namun terhadap prinsipnya dilihat dari segi terlihat atau timbul dan berkembangnya motivasi di dalam diri seseorang terdapat dua macam, yaitu:

1)     Motivasi intrinsik

Pada intinya, motivasi intrinsik merupakan situasi dari di dalam diri seseorang (siswa) yang mendorong, menggerakkan atau memunculkan siswa untuk jalankan sesuatu, yakni belajar.

Para ahli mengartikan motivasi intrinsik, sebagai berikut:

  1. a) Menurut Ivor K. Davies, motivasi intrinsik mengacu terhadap faktor-faktor dari dalam, tersirat baik di dalam tugas itu sendiri maupun terhadap diri siswa.[13]
  2. b) Menurut Sumadi Suryabrata, motivasi intrinsik yakni motivasi yang aktif atau berfaedah tidak mesti tersedia rangsangan dari luar.[14]
  3. c) Menurut Soetomo, motivasi intrinsik ialah motivasi untuk jalankan suatu tindakan yang mana tujuan yang dapat dicapai berada di dalam dirinya sendiri.[15]
  4. d) Menurut Ahmad Rohani dan Abu Ahmadi, motivasi intrinsik yakni motivasi yang timbul di dalam diri seseorang. Maksudnya siswa belajar, gara-gara studi itu sendiri dipandang bermakna (dapat bermanfaat) bagi dirinya.[16]

Selanjutnya Sardiman AM melihat tersedia dua perihal yang terdapat di dalam motivasi intrinsik, seperti:

  1. a) Mengetahui apa saja yang dapat dipelajari, dan
  2. b) Memahami mengapa perihal selanjutnya patut dipelajari.

Seseorang siswa yang tengah studi tanpa mengetahui ke-2 perihal selanjutnya aktivitas belajarnya dapat susah berhasil. Artinya, tidak dapat meraih kegunaan dari aktivitas studi yang mereka ikuti dari guru. Secara lebih lanjut mengetahui ke-2 perihal selanjutnya bermakna pula mengetahui tujuan belajar. Jadi, motivasi intrinsik adalah situasi di dalam diri siswa yang mendorong, menggerakkan, dan memunculkan siswa untuk belajar.

  1. Motivasi ekstrinsik

Motivasi studi seorang siswa tidaklah mesti singgah dari di dalam dirinya berupa intrinsik, tapi tersedia kalanya motivasi studi siswa ditimbulkan oleh motivasi yang terlihat dari luar dirinya yang biasa disebut dengan motivasi ekstrinsik.

Di pada definisi motivasi ekstrinsik yang udah umum adalah:

  1. a) Menurut Nasution, mengemukakan pendapatnya berkenaan motivasi ekstrinsik bahwa tujuan-tujuan itu terdapat di luar perbuatan itu, yakni tidak terdapat di di dalam perbuatan itu sendiri.[17]
  2. b) Menurut Ivor K. Davies, berpendapat bahwa motivasi ekstrinsik itu mengacu terhadap faktor-faktor dari luar.[18]
  3. c) Menurut Soetomo, motivasi ekstrinsik ialah motivasi yang singgah dari luar diri individu.[19]

Berdasarkan dari ketiga pendapat di atas bisa diambil analisis bahwa motivasi ekstrinsik bisa didefinisikan sebagai segala perihal dan situasi yang singgah dari luar diri seseorang (siswa) yang bisa menggerakkan dan mendorong motivasi dan keinginannya untuk tetap rajin ikuti pelajaran. Dalam hubungan studi mengajar, dikehendaki guru tetap mengupayakan timbulnyamotivasi terhadap diri anak, dengan bermacam langkah pada lain:

  1. a) Menciptakan situasi studi yang positif
  2. b) Menciptakan kesuksesan belajar
  3. c) Memberi contoh yang baik dan sesuai dengan perkembangan anak
  4. d) Memberikan hasil-hasil yang dicapai siswa
  5. e) Memberi penghargaan atas prestasi yang dicapai siswa.[20]
  6. Fungsi Motivasi Belajar

Motivasi Pelajar Islam

motivasi pelajar islam

Secara umum bisa dikatakan bahwa kegunaanmotivasi adalah mendorong, menggerakkan/menggugah seseorang supaya timbul permintaan dan hasrat untuk jalankan suatu hal supaya bisa meraih hasil atau capai tujuan spesifik yang menginginkan dicapai.[21] Setiap aktivitas studi mengajar sangat dibutuhkan ada motivasi. Hasil studi dapat jadi optimal, kecuali tersedia motivasi. Makin tepat motivasi yang diberikan, dapat berhasil pula pelajaran yang diberikan. Jadi, motivasi dapat tetap memilih intensitas studi bagi para siswa.[22]

Perlu ditegaskan, bahwa tiap tiap tindakan motivasi mempunyai tujuan atau bertalian dengan tujuan, makin lama mengetahui tujuan yang menginginkan dicapai, makin lama mengetahui pula bagaimana tindakan memotivasi (tindakan capai tujuan dilakukan). Dengan demikian, motivasi itu pengaruhi ada aktivitas atau tindakan.[23]

Keberhasilan suatu usaha di dalam capai tujuan, sangatlah ditentukan oleh kuat atau lemahnya motivasi. Prestasi yang baik dapat susah di bisa tanpa ada usaha untuk mengatasi problem atau kesulitan. Proses usaha di dalam merampungkan susah selanjutnya mengimbuhkan motivasi yang sungguh kuat. Dalam Islam secara mengetahui menerangkan bahwa motivasi di dalam usaha untuk mengatasi susah sangatlah terjalin erat dengan kesuksesan seseorang. Sebagaimana firman Allah di dalam surat ar-Ra’d : 11

… إِنَّ اللهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ …. (الرعد: 11)

“Sesungguhnya Allah tidak pengaruhi situasi suatu hal kaum supaya mereka pengaruhi situasi yang tersedia terhadap diri mereka sendiri”. (QS. Ar-Ra’d : 11)[24]

Dari ayat di atas, bisa diketahui bahwa motivasi memiliki kegunaan yang sangat besar di dalam capai tujuan, yakni capai cita-cita, kesuksesan atau ada perubahan di dalam diri seseorang.

Sehubungan dengan perihal selanjutnya tersedia tiga kegunaan motivasi:

1)     Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai motor atau penggerak yang melepaskan energi. Motivasi di dalam perihal ini merupakan motor penggerak dari tiap tiap aktivitas yang dapat dikerjakan.

2)     Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah yang hendak dicapai. Dengan demikianlah motivasi bisa mengimbuhkan arah dan aktivitas yang mesti ditunaikan sesuai dengan rumusan tujuannya.

3)     Menyeleksi perbuatan, yakni memilih perbuatan-perbuatan apa saja yang mesti ditunaikan yang selaras kegunaan capai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah bagi tujuan tersebut. Seorang siswa yang menginginkan pandai, tentu dapat jalankan aktivitas studi dan tidak dapat menggunakan waktunya untuk bermain atau membaca komik, gara-gara tidak selaras dengan tujuan.[25]

Di samping itu tersedia terhitung fungsi-fungsi lain. Motivasi bisa berfaedah sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Seseorang (siswa) jalankan usaha (belajar) gara-gara ada motivasi, ada motivasi yang baik di dalam studi dapat menyatakan hasil yang baik pula.

Dengan kata lain bahwa, kecuali sistem hubungan studi mengajar tercipta dengan baik, maka siswa terhitung dapat terdorong untuk jalankan aktivitas belajarnya.

  1. Konsep Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam adalah usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik supaya kelak sehabis selesai pendidikannya bisa mengetahui dan mengamalkan ajaran agama Islam dan juga menjadikannya sebagai pandangan hidup (way of life).

Sedangkan Pendidikan Agama Islam berdasarkan Undang-undang No. 20 tahun 2003 berkenaan sistem pendidikan nasional adalah salah satu bidang studi pendidikan yang bersama dengan pendidikan kewarganegaraan dan bhs yang jadi kurikulum mesti di tiap tiap jenis, jalur, dan jenjang pendidikan (Pasal 37 ayat 1).[27]

Jadi Pendidikan Agama Islam merupakan usaha mengetahui yang ditunaikan pendidikan di dalam rangka me- Motivasi Pelajar Islam buat persiapan peserta didik untuk menyakini, mengetahui dan mengamalkan agama Islam lewat aktivitas bimbingan, pengajaran, atau pelatihan yang udah ditentukan untuk capai tujuan yang udah ditetapkan.

Di sekolah umum, Pendidikan Agama Islam merupakan satu bidang studi atau unsur pokok keimanan, ibadah, al-Qur’an, akhlak, muamalah, syari’ah dan tarikh dengan satu silabi. Sedangkan di sekolah berciri khas agama Islam, Pendidikan Agama Islam merupakan satu group bidang studi terdiri dari al-Qur’an Hadits, Fiqih, Akidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab yang tiap-tiap bidang studi memiliki silabi tersendiri.

Sedangkan tujuan umum Pendidikan Agama Islam adalah menaikkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik berkenaan agama Islam, supaya jadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah, berakhlak mulia di dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.[28]

Tujuan Pendidikan Agama Islam mesti sesuai dengan tujuan hidup manusia, layaknya yang disebutkan di dalam al-Qur’an sebagai berikut:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ (الذاريات: 56)

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS. Adz-Dzariyat: 56)[29]

Jadi, tujuan Pendidikan Agama Islam mesti mengacu terhadap penanaman nilai-nilai Islam. Hal ini ditunaikan di dalam rangka memetik kesuksesan hidup di dunia bagi peserta yang kemudian dapat membuahkan kebaikan di akhirat.

Berdasarkan deskripsi di atas, bisa diketahui bahwa yang dimaksud dengan Motivasi Pelajar Islam Masa kini adalah gejala psikologis dari di dalam jiwa di dalam bentuk motivasi perkembangan dan perubahan diri seseorang di dalam tingkah laku baru berkat pengalaman dan latihan untuk capai tujuan yang dikehendaki dan juga mendapat kepuasan terhadap pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *