Future

Muhasabah Diri Tentang Kehidupan

Muhasabah Diri Tentang Kehidupan … MENGAPA…?

Pertanyaan di atas kemungkinan banyak menghampiri benak seorang muslim, ada di pada mereka yang pilih untuk menyibukkan diri bersama urusan dunianya tanpa memikirkan apa yang bakal jadi bekalnya di akhirat.

Ada pula yang beribadah sebagaimana apa yang Allah perintahkan, tapi ibadahnya cuman sebagai rutinitas. Mereka shalat lima selagi tiap-tiap harinya, berpuasa dan mengeluarkan zakat tiap-tiap tahunnya bakal tapi semua itu tidak berdampak terhadap akhlak dan pribadinya, maksiat pun sering kadang masih dilakukan.

Muhasabah Diri Tentang Kehidupan

Motivasi untuk melakukan perbaikan amalan-amalan yang ada tak kunjung hadir, penyebabnya satu dikarenakan membiarkan muhasabah diri agar orang-orang layaknya ini telah terasa cukup bersama amalan yang telah dilakukan.

Di sinilah pentingya Muhasabah Diri Tentang Kehidupan, ada lebih dari satu perihal lainnya yang jadi alasan kenapa muhasabah kudu dilakukan, diantaranya:

  • Muhasabah merupakan perintah berasal dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah tiap-tiap diri menyimak apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sebetulnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18).

  • Muhasabah merupakan karakter hamba Allah yang bertaqwa

Seseorang yang bertaqwa adalah mereka yang membawa sebaik-baik bekal, dan di dalam perjalanan mencari bekal tersebut tak jarang seseorang terasa letih dan bosan yang mengakibatkannya tak mawas diri agar tergelincir dan terjatuh di dalam futur (lemah stimulus untuk melaksanakan amal shalih). Muhasabah bakal menunjang seseorang untuk hadapi berbagai kendala yang ia temukan di dalam pencariannya bakal bekal tersebut. Maimun bin Mahran rahimahullah berkata:

لَا يَكُوْنُ الْعَبْدُ تَقِيًّا حَتَّى يَكُوْنَ لِنَفْسِهِ أَشَدُّ مُحَاسَبَةً مِنَ الشَّرِيْكِ الشَّحِيْحِ لِشَرِيْكِهِ

“Tidaklah seorang hamba jadi bertaqwa hingga dia melaksanakan muhasabah atas dirinya lebih keras daripada seorang teman kerja yang pelit yang sebabkan perhitungan bersama temannya”.

  • Buah manis berasal dari muhasabah adalah taubat

Ketika seseorang melaksanakan muhasabah maka bakal nampak mengerti di hadapannya atas dosa-dosa yang dilakukan. Bagaimana kemungkinan seorang anak cucu Adam sanggup lihat dosa dan aibnya tanpa melaksanakan muhasabah?!

Muhasabah Diri Tentang Kehidupan

Banyak di pada manusia yang melaksanakan kemaksiatan, tapi Allah masih beri tambahan nikmat kepadanya, dia tidak mengerti bahwa ini adalah bentuk istidraj (penangguhan menuju kebinasaan) berasal dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala, sebagaimana firman-Nya:

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami bakal menarik mereka bersama berangaur-angsur (ke arah kebinasaan), bersama cara yang tidak mereka ketahui.” (QS. Al-A’raf: 182).

Orang-orang yang mengerti ayat Allah ini, bakal kuatir atas peringatan Allah tersebut dan dia bakal selamanya mengintrospeksi dirinya, jangan hingga nikmat yang Allah berikan kepadanya merupakan bentuk istidraj. Muhasabah yang mengantarkan kepada pertaubatan di awali bersama memasuki gerbang penyesalan. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

النَّدَامَةُ تَوْبَةٌ

“Menyesal adalah taubat.” (HR.Ibnu Majah no. 4252, Ahmad no.3568, 4012, 4414 dan 4016. Hadist ini dishahihkan oleh al-Albani di dalam Shahiih al-Jaami’ ash-Shaghir no.6678)

Wallahu A’lam .Muhasabah Diri Tentang Kehidupan

Please ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *