teknik workshop

Outbound Terapi

outbound

Outbound yang dimengerti banyak orang adalah kegiatan di alam terbuka. Tetapi memang Outbound adalah kegiatan pelatihan yang mengfungsikan alam bebas sebagai media.

Sifat kegiatan kebanyakan menyenangkan, lucu, atau penuh tantangan.  Program pengembangan dan pelatihan yang ditunaikan di luar ruangan, atau biasa disebut outbound cuma akan efektif jikalau ditunaikan bersama baik, yaitu sanggup memberikan rasa yakin diri dan sanggup menguatkan mental bagi para partisipannya.

Banyak obyek berasal dari diadakannya kegiatan Outbond ini diantaranya adalah :

” Mengidentifikasi kemampuan dan kelemahan diri masing – masing peserta

” Mengetahui dan memahami perasaan, pendapat orang lain dan menghormati perbedaan

” Membangkitkan stimulus dan stimulus untuk konsisten terlibat didalam kegiatan-kegiatan resmi maupun informal

” Lebih berdiri sendiri dan melakukan tindakan cocok bersama keinginan

” Lebih empati dan peka bersama perasaan orang lain

” Mampu berkomunikasi bersama baik

” Mengetahui cara belajar yang efektif dan kreatif

” Memberikan pemahaman pada sesuatu berkenaan pentingnya pembawaan yang baik

” Mengembangkan kualitas hidup peserta yang berkarakter

” Menerapkan dan berikan umpama pembawaan yang baik kepada lingkungan

Peserta Outbond merupakan suatu grup yang terdiri berasal dari sebagian orang, sanggup diawali berasal dari outbond yang diperuntukkan  bagi anak – anak hingga orang dewasa. Para siswa maupun karyawan suatu instansi perusahaan. Sedangkan tempat –  tempat yang cocok dijadikan sebagai tempat untuk outbond, jikalau tempat pegunungan, kawasan hutan lindung, atau lebih-lebih tempat pedesaan.

Mungkin akan timbul beragam macam pertanyaan, kenapa kebanyakan outbond ditunaikan didaerah pegunungan? Dan beragam jawaban pun sanggup menjawabnya, jikalau bersama pertimbangan bahwa kawasan pegunungan disinyalir udaranya tetap bersih, sejuk, tidak ada polusi, dan sudah pasti jauh berasal dari keramaian kota, dll.

Jadi outbond merupakan salah satu alternatif  kegiatan yang sanggup  membangkitkan stimulus dan menambah kreatifitas masing – masing peserta.

Outbound

Manfaat outbond lainnya

Mentalitas Berkelimpahan (abundance Mentalitaty)

Sifat kepribadian ini dimiliki oleh orang yang senang membagi-bagi apa yang dimiliki kepada orang lain. Orang yang demikian tetap meras bahwa dengan mengimbuhkan apa yang dia punya kepeda orang lain dapat membuat dia mulai lebih kaya. Sifat ini adalah lawan dari mentalisasi yang pelit (scarcity mentality). Orang yang punya sifat pelit tetap kekuatiran dan dia tidak dapat beroleh suatu hal sekiranya orang lain sudah mendapatkannya.

Pikiran Positif pada Orang lain

Bila seseorang punya sifat ini, dia dapat menyaksikan orang lain sebagai bagian dari kebahagiaan hidupnya sendiri. Selain itu dia tetap menyaksikan segi positiv hal-hal yang ditunaikan dan dipikirkan oleh orang lain. Covey (1990) pakai arti “seek first to understand than to be understood” (berusaha mengetahui orng lain lebih dahulu baru diri sendiri dimengerti). Orang yang punya sifat kepribadian ini tidak dapat langsung menarik pemikiran tentang apa yang dikatakan orang lain sebelum akan dia mengetahui apa yang dipikirkan oleh orang lain.

Kemapuan Berempati

Sifat ini dimiliki oleh orang yang mampu merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Kepekaan perasaan yang dimilikinya membuat dia mudah merasakan suka ria dan ada problem orang lain. Orang yang tidak punya kekuatan berempati kebanyakan benar-benar sulit untuk terjalin baik dengan orang lain. Perasaannya tumpul di dalam mengetahui kebutuhan orang lain.

Komunikasi Transformasional

Sifat ini dimiliki oleh orang yang tetap pilih kata-kata yang enak didengar telinga di dalam berkata pada orang lain, dia tetap pilih kata-kata yang menyejukan hati dan anggapan di dalam menanggapi perbedaan tersebut.

Berorientasi Sama-Sama Puas (Win-Win)

Sifat ini dimiliki oleh orang yang—dalam interaksinya dengan orang—selalu dambakan membuat orang lain mulai gembira dan dia terhitung gembira. Orang yang demikian punya rasa respek pada orang lain.

Sifat Melayani (Serving Attitude)

Orang yang punya sifat demikian ini benar-benar senang menyaksikan orang lain senang dan benar-benar ada problem menyaksikan orang lain susah. Sifat ini adalah lawan dari sifat egois yang cuma mementingkan diri sendiri atau golongannya sendiri. Orang yang punya sifat melayani, terkecuali menjadi pemimpin, dia bukan minta dilayani tapi melayani kepentingan oranng yang dipimpinnya.

Kebiasaan Apresiatif

Orang yang punya sifat ini senang mengimbuhkan apresiasi pada apa yang ditunaikan oleh orang lain. Apresiasi yang diberikan pada orang lain membuat orang lain mulai dihargai.

Sifat-sifat diri itu memang tidak semua mampu tercapai “hanya” dengan sebuah kesibukan outbound yang cuma terjadi di dalam hitungan hari(1-4 hari). Tapi, kigiatan outbound, terlebih yang dirancang spesifik untuk tujuan-tujuan tertentu, mampu menjadi starting point (titik pijakan) bagi seseorang untuk menemukan rencana diri dan perilaku yang lebih baik pada hari-jari berikutnya.

Dengan konsep-konsep hubungan pada peserta dan dengan alam, lewat kesibukan simulasi di alam terbuka, diyakini mampu mengimbuhkan kondisi yang kondusif untuk membentuk sikap, cara berpikir, dan persepsi yang kreatif dan positif dari tiap-tiap peserta fungsi membentuk rasa kebersamaan, keterbukaan, toleransi, dan kepekaan yang mendalam, yang pada harapnya dapat mampu mengimbuhkan semangat, inisiatif, dan pola pemberdayaan baru di dalam kehidupannya.

Please ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *