teknik workshop

NLP (Neuro Linguistik Programming)

NLP (Neuro Linguistik Programming)

Menurut Dr. Joseph Murphy, D.R.S. Ph.D, DD, LLD seorang penulis buku dari Amerika Serikat bahwa “Pikiran bawah sadar mengikuti perintah yang diberikan berdasarkan atas kepercayaan dan analisis anggapan sadar” anggapan bawah sadar adalah tempat kedudukan emosi dan merupakan anggapan yang kreatif, apabila kamu berfikir positif maka hal-hal yang positiflah yang terjadi, begitupun sebaliknya.

NLP (Neuro Linguistik Programming)

Pikiran bawah sadar, seringkali menambahkan simpul-simpul dan peringatan-peringatan yang dapat mempunyai kita kepada hal-hal yang condong positif.

Simpul-simpul inilah yang disebut dengan intuisi yang tetap menambahkan peringatan atau klakson kepada kita.

Akan tapi anggapan sadar, punyai pandangan yang tidak sama dan anggapan sadar lebih besar pengaruhnya terhadap anggapan manusia karena anggapan manusia dihadapkan terhadap fakta-fakta, janji-janji yang mengundang selera dan lingkungan, agar sebabkan anggapan bawah sadar manusia seringkali dimanipulasi oleh anggapan sadar.

Akan tapi apabila kita bisa menyelaraskan pada anggapan bawah sadar dan anggapan sadar, maka hasil yang diperoleh dapat jauh lebih optimal dan lebih baik, inilah suatu kekuatan yang bisa mempunyai kepada kesuksesan.

Para pakar psikologi dan psikiatri memperlihatkan bahwa apabila anggapan disampaikan kepada anggapan bawah sadar, dapat terbentuk kesan di dalam sel-sel otak.

NLP (Neuro Linguistik Programming)

Pikiran bawah sadar memakai kekuatan tak terbatas, yaitu energy, dan kebijaksanaan dari di dalam diri manusia dan anggapan bawah sadar memakai semua hukum alam untuk menggapai tujuannya.

Kadang-kadang hasil atau jawabannya singgah saat itu juga dan caranya tidak bisa dijajaki. Pikiran bawah sadar tidak memperdulikan apakan anggapan kamu itu baik atau jelek, benar atau salah.

Pikiran bawah sadar dapat menerima perihal itu sebagai benar dan langsung menyebabkan hasil di dalam kenyataan.

Apabila kita bisa mengikuti dan mendengarkan simpul-simpul dan intuisi dari anggapan bawah sadar, maka kita dapat bisa melakukan apa-pun yang disampaikan anggapan bawah sadar,
dan menjauhi anggapan sadar yang tidak sejalan, layaknya kata-kata gagasan yang tidak diketahui penulisnya, menyatakan bahwa “pikiran yang indah dan emosi yang positif adalah bahan untuk mewujudkan keajaiban”.

Bahasa Pikiran Bawah Sadar

  •     Pikiran bawah sadar tidak bisa membedakan imajinasi dan kenyataan.
  •     Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata “positif”, tidak mengenal kata “negatif” layaknya : tidak, jangan, dsb. Contoh : “jangan jatuh” , rubah dengan “pertahankan tetap berdiri”.
  •     Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata saat ini atau sementara ini (present tense), tidak mengenal kata besok atau lusa. Contoh : jangan katakan “besok aku dapat berhenti merokok”, tapi “sekarang aku harus berhenti merokok”.
  •     Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata “saya”,  tidak mengenal kata: kamu, kami, kita atau mereka.
  •     Pengulangan, katakanlah berulang-ulang hingga bawah sadar sadar pesan Anda (Ingat : pembiasaan).

PIKIRAN SADAR :

  •     Menguasai 7 ± 2 bit informasi
  •     Berpikir berurutan
  •     Logis
  •     Linier
  •     Berpikir
  •     Pengalaman sekunder
  •     Sadar
  •     Gerakan sadar
  •     Masa kini
  •     Mencoba sadar masalah
  •     Memilih/mengarahkan tujuan
  •     Disengaja
  •     Verbal
  •     Analitis
  •     Fokus terbatas
  •     Kognitif
  •     Memproses sehabis 0,5 detik

PIKIRAN BAWAH SADAR :

  •     Menguasai 2,3 juta bit informasi
  •     Simultan/bersamaan
  •     Intuitif dan menghubungkan
  •     Sibernetik/acak
  •     Merasa
  •     Pengalaman primer
  •     Tidur, mimpi, dll
  •     Gerakan tak sadar
  •     Menyimpan informasi/Memori
  •     Mengetahui solusi
  •     Membuat obyek tercapai
  •     Otomatis
  •     Non-Verbal
  •     Sintetis
  •     Tak terbatas, dan ekspansif
  •     Eksperiensial
  •     Memproses langsung, sebelum saat anggapan bawah sadar menyadari

Sandy MacGregor (2005,15) menyatakan bahwa “Accelerated Learning” (Belajar Efektif/Cepat) sesungguhnya terhitung berlangsung di dalam rancangan NLP (Neuro Linguistik Programming), yaitu dengan menyederhanakan/memfo-kuskan “panca-indra” jadi “tiga-indra” yang dominan yaitu VAK :

Visual    = penglihatan ,

Auditori = pendengaran,

Inestetik = gerak,

Dengan demikianlah kita terhitung bisa memakai tehnik NLP (Neuro Linguistik Programming) untuk meningkatan sistem belajar dan hasil belajar

ASUMSI DASAR NLP (Neuro Linguistik Programming)

Dalam Membentuk Pola Sudut Pandang seseorang:

  •     Menghormati cara orang lain membentuk dunianya
  •     Peta bukanlah wilayah
  •     Selalu tersedia maksud baik dari tiap tingkah laku
  •     Orang-orang melakukan perihal yang terbaik sekedar sumber-sumber yang diketahui
  •     Tidak tersedia orang yang kaku, hanya komunikator yang kurang fleksibel
  •     Makna komunikasi adalah tanggapan yang kamu peroleh
  •     Seseorang dengan fleksibilitas dapat bisa mengontrol dirinya
  •     Tak tersedia kegagalan, hanya umpan balik yang kurang tepat
  •     Setiap pengalaman punyai susunan sendiri
  •     Manusia mempunyai dua tingkatann komunikasi : sadar dan bawah sadar

Semua orang punyai sumber-sumber yang memadai peranan merubah diri kearah lebih positif. Sumber-sumber tsb berasal dari pengalaman masa lalu individu.

  •     Tubuh dan anggapan saling mempengaruhi
  •     Jika suatu hal kemungkinan bagi seseorang maka perihal itu terhitung kemungkinan bagi yang lain
  •     Saya bertanggung jawab tentang analisis saya, Oleh karena itu aku bertanggung jawab dapat hasil yang aku peroleh.
Please ShareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

1 thought on “NLP (Neuro Linguistik Programming)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *